Kabargembiraindonesia.com
Artikel Ramadan

Untuk Apakah Semua Waktu Kita Habiskan?

Sama-sama manusianya. Sama-sama ahsani taqwim-nya (sebaik-baik bentuk), sama-sama dikaruniai otaknya, sama-sama diberi hatinya, sama-sama dikasih waktu 24 jamnya, mengapa beda achievement-nya? Ada yang top performers, ada yang mediocre (biasa saja) ada juga yang underperformers.

Disebabkan oleh apakah kesuksesan orang per orang? Motivasinya? Pendidikannya? Kulturnya? Agamanya? Rasnya? Salah satunya: me-manage waktunya. Ada yang menggunakannya sangat fokus, ada yang melebar ke mana-mana. Ada yang diuber-uber waktu, memburu waktu, ada juga yang smart mengatur waktu, tapi ada juga membuang-buangnya seolah punya pabrik waktu.

Siapakah pengguna waktu yang paling beruntung menurut agama? Demi waktu, Sungguh manusia berada dalam kerugian Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran (Al ‘Ashr 1-3). Dan, orang-orang yang menjauhkan diri dari (perkataan dan perbuatan) yang tiada berguna (Al-Mu’minun 3).

Sudahkah keseharian kita, menit dari menit kita comply (memenuhi) ayat-ayat di atas? Termasuk “lafii khusrin” (sungguh merugi) atau “qod aflaha” (sungguh beruntung) kah kita dalam penggunaan waktu?

Fa alhamaha fujuroha wataqwaha (Allah mengilhamkan kepada jiwa kita jalan kefasikan dan ketaqwaan -As Syams 8). Terserah kita pilih yang mana. Masing-masing ada konsekuensinya, pahala dan dosanya, surga dan nerakanya. Ramadan yang masih 5 hari lagi mengajari kita untuk menggembleng jalan ketakwaan kita. Semoga kita meraihnya. Aamiin.

18 Mei 2020, ba’da Asyar
Oleh: Ali Murtadlo*
Presented by: PT Kabar Gembira Indonesia (KGI)

Related posts

Cinta Bunda Pak Guru Prajak

adminKGI1

Nabinya Bisnisman, Umatnya kok Tidak

Redaksi kabargembiraindonesia.com