Kabargembiraindonesia.com
Artikel

Taubatan Nasuha Mabok HP

Ramadan, Covid, dan Great Habit (6)

 

Ayo bikin survey kecil-kecilan. Mulai bangun sahur tadi sampai membaca KGI ini, lebih banyak mana antara menengok HP dengan mengkaji Quran?

Ada daya magnit yang luar biasa dari HP. Betapa tidak. Niatnya, sepulang dari masjid langsung akan baca Quran, tapi begitu melihat hp tergeletak di meja, kita menengoknya. Niatnya sebentar. Tapi, benarkah sebentar? Tidak. Tanpa survey pun kita tahu, berkali-kali kita kecantol HP. Tenggelam berjam-jam.

Begitu membaca isu baru di WA Grup dan dapat tanggapan heboh dari seluruh grup, kita pun akan segera melayang-layang. Apalagi jika kita masih belum bisa move on dari pilihan satu dan dua lalu. Begitu kita diserempet kampreters atau cebongers, api langsung tersulut. Niat ngaji langsung ambyar.

Padahal, kita sering sekali tertipu. Apa tidak konyol jika yang ternyata kita bahas sampai mendidih itu ternyata hoaks. Atau yang kita belani mati-matian itu, ternyata ujung-ujungnya….? Anda sudah tahu sendiri.

Cukup. Cukup sekali saja kita teperdaya. Sebab, kalau kedua kali -maafkan saya- sudah tergolong keledai.

Survey lainnya: jika dompet dan HP ketinggalan, mana yang terpaksa harus diambil? Sudah tahu jawabnya kan. Isi dompet bisa pinjam, isi HP?

Ramadan ini, ayo kita “taubatan nasuha” menempatkan hp sebagai hp. Alat komunikasi, bukan berhala. Siapa berani memulai: memasukkannya ke dalam laci, dikunci. Baru dua jam lagi kita ambil dan kita tengok seperlunya saja. Kita latih terus menerus. Hasilnya: HP akan mengabdi kita, bukan kita abdinya HP.

Terlalu sayang jika Ramadan di tengah badai Covid 19 ini, kita tidak menghikmahi bahwa kita dipaksa oleh Alloh, didudukkan oleh Alloh, dirumahkan oleh Alloh, untuk mengaji dan mengkaji Al Quran sebagai panduan menjalani hidup ini. Insya Alloh kami patuh ya Alloh. Aamiin.

28 April 2020, ba’da Asyar
Oleh: Ali Murtadlo*
Presented by: Kabar Gembira Indonesia (KGI)