Kabargembiraindonesia.com
Artikel Headline

Puasa (Lebih) Sesungguhnya

Ramadan, Covid, dan Great Habit (4)

Ibu-ibu mengeluh tukang sayur langganannya tidak datang sepagi biasanya. Pak mlijo, si tukang sayur, mengeluh, jalanan diportal di mana-mana. Mau masuk dihadang satpam. Dites suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, dan mengenakan masker.

Karyawan yang dirumahkan mengeluh: gajinya dipotong separo. Bahkan, ada yang sama sekali tidak dapat. Dosen dan guru mengeluh tunjangan sergur (sertifikasi guru) dan serdos (sertifikasi dosen) belum keluar sebagaimana jadwal biasanya.

Anak-anak mengeluh sudah dua bulan ini tidak diajak orang tuanya keluar rumah. Tidak bisa berenang, tidak boleh ke taman bermain, tidak bisa bertemu teman-teman sekolahnya. “Bosan Ma,” kata mereka.

Puasa di zaman covid adalah puasa lebih sesungguhnya. Tak hanya menahan lapar dahaga. Tapi, juga segala macam kesulitan, segala macam ujian, segala macam keluhan. Segala macam. Tak pernah terbayang: tarawih di masjid saja tidak diperkenankan, salaman saja dilarang, mudik saja kucing-kucingan, Mana ada hidup superketat melebihi sekarang ini?

Alangkah dahsyatnya jika di antara kita ada yang begitu tenang, adem, ayem, tenterem menghadapi pagebluk ini? Siapa bisa? Menurut teorinya: yang sholatnya tetap dan terpelihara. “Sesungguhnya manusia bersifat keluh kesah. Jika diberi kesulitan mengeluh. Jika diberi kebaikan kikir. Kecuali orang yang sholat. Yang sholatnya tetap dan terpelihara.” (QS Al Ma’arij 19-23).

Jika tidak, mari kita menengok diri: jangan-jangan sholat kita belum beres: hanya sekedar menggugurkan kewajiban atau lebih buruk dari itu. Belum benar-benar inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamiin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk-Mu, ya Alloh, Tuhan semesta alam. Saatnya instropeksi di bulan suci. Menghisab diri, sebelum kelak dihisab-Nya.

Berikut kado kecil dari saya: “obat” antimengeluh dari Koes Plus. Semoga masih bisa menikmati, apa pun kesulitan kita sekarang ini. Salam.

26 April 2020, Ba’da Asyar
Ali Murtadlo*
Presented by: Kabar Gembira Indonesia (KGI)

Related posts

Jujur atau Semua Dokter Diisolasi

adminKGI1

10 Hari Pertama, Sudah Dapat Great Habit Apa?

adminKGI1

Berguru Hidup Mulia Kepada Abang Becak