Kabargembiraindonesia.com
Artikel Ramadan

Pabrik Tekstil Berlonceng Azan

Ramadan, Covid, dan Great Habit (16)

Ini kali kedua tulisan saya diinspirasi oleh DI’s Way. Kali ini tentang kisah Bos Tekstil Probolinggo Haji Mohammad Supriyono. Pria asli Magetan ini, kini sedang sibuk mengerjakan APD dan masker. Juga baju operasi dokter. Nama pabriknya PT Putrateja Sempurna (baca sendiri di DI’s Way hari ini ya. Menarik dan inspiratif).

Saya hanya mau mengulas sedikit tentang jam istirahatnya yang unik. Bukan lonceng jam 12 siang seperti umumnya. Tapi, azan Zuhur dan Asyar. Semua karyawan langsung meninggalkan pekerjaan untuk sholat berjamaah.

Kedua, kalimat menggelitik dari  Pak DI: Tumben ada “Haji dan Mohammad” punya pabrik tekstil besar. Tidak usah tersinggung. Bukankah begitu kenyataannya. Kita jarang punya nyali seperti Pak Haji Pri ini. Dia beda. Setelah 20 tahun menjadi profesional  di sebuah pabrik tekstil milik Hongkong di kota yang sama, dia akhirnya memberanikan diri untuk keluar. Mandiri.  Apalagi dipicu bos lamanya meninggal dunia. Nyali Haji Pri berbuah: dari semula hanya 10 mesin jahit, kini sudah 2 ribu. Dari satu pabrik menjadi tiga: APD sendiri, masker sendiri, dan baju operasi dokter sendiri. Mantab.

Kita memang kekurangan pengusaha. Terlalu banyak yang menjadi pegawai. Mari kita tengok Forbes 50 Indonesia, dari 10 besarnya, hanya Chairul Tanjung (CT) yang mengisi di nomer 9. Perlu banyak Pak Haji Pri-Pak Haji Pri lainnya., CT-CT  lainnya. Lihat sendiri uniqueness-nya: jam istirahatnya saja menyesuaikan jadwal sholat. Sehingga tidak akan terdengar lagi, karyawan boleh Jumatan atau tidak. Musola yang terkunci sebelum jam istirahat tiba atau jam pulang pkl 4 berbunyi. Atau tempat sholat dan wudhunya yang kurang memadai.

Lebih bijak mengikuti langkah Pak Haji Pri. Bikin pabrik sendiri, bikin aturan main sendiri. Bikin real estate sendiri, mal sendiri, bikin toko sendiri, berdagang sendiri. Bukankah Nabi kita telah meneladankan menjadi pebisnis selama 25 tahun, sebelum menjadi nabi selama 23 tahun. Jika mau ittibak rasul, maka berbisnis adalah salah satunya. Ketika nabi ditanya tentang pekerjaan yang paling baik, beliau menjawab: Pekerjaan yang dikerjakan dengan tangannya sendiri dan berbisnis  yang mabrur , yang baik (HR Al Baihaqi).

8 Mei 2020, ba’da Asyar

Oleh: Ali Murtadlo*

Presented by: Kabar Gembira Indonesia