Kabargembiraindonesia.com
Artikel

Konsistensi Dua Hari Ini

Your life today is essentially the sum of your habits.

How in shape or out of shape you are? A result of your habits.

How happy or unhappy you are? A result of your habits.

How successful or unsuccessful you are? A result of your habits.

Hidupmu sekarang pada dasarnya adalah kumpulan dari kebiasaanmu.

Bagaimana tubuhmu: atletis atau tidak? Hasil dari kebiasaanmu.

Seberapa bahagia atau tidak bahagia? Adalah hasil kebiasaanmu.

Seberapa sukses atau gagal? Juga hasil dari kebiasaanmu.

(James Clear, Atomic Habits)

Tanpa membaca sampai tamat pun, kita sudah bisa menyimpulkan isi dari Atomic Habits karya James Clear: betapa dahsyatnya kebiasaan untuk kehidupan kita. Ramadan yang baru meninggalkan kita dua hari ini adalah pelajaran “atomic habiits” yang luar biasa. Masalahnya, masih melekatkah atau nyantolkah selama dua hari ini. Sudah dapat “new normal”, kenormalan baru atau malah balik ke bad habit?

Masih bangun jam 3 diniharikah? Masih tahajudkah? Masih baca kitab sucikah? Masih minum air hangat 1 literkah? Masih olah ragakah? Masih amalus sholihat lainnya kah? Hebat sekali. Atau sebaliknya: sudah tidak lagi. Sayang sekali. Silakan post test sendiri-sendiri apa great habit Ramadan kemarin masih nyantol pasca lebaran ini. Selamat kalau masih. Jika sebaliknya, tidak apa-apa. Memang ada “habit balas dendam” pada suasana lebaran seperti ini. Kembali luruskan kemudi. Mumpung baru dua hari. Motivasi mendapatkan “great habit” Ramadan warna covid yang bakal bersejarah ini harus bisa mengalahkan nafsu balas dendam tadi.

Charles Duhigg, penulis The Power of Habit, mengatakan perlu perjuangan besar untuk pembentukan kebiasaan (habit formation). Ada yang mengatakan perlu repetisi 21 hari. Ada yang 30 hari. Ada juga yang seperti Robin Sharma 66 hari. Bahkan ada yang mengatakan tahunan.

Lalu, bagaimana caranya membuang kebiasaan buruk, menurut James Clear ada 4 cara: 1. Buatlah tidak kelihatan 2. Buatlah tidak menarik 3. Buatlah sulit dan terakhir 4. Buatlah tidak memuaskan. Dan, inilah tips Clear agar kita punya great habit: 1. Bikinlah jelas 2. bikinlah menarik 3. Bikinlah mudah dan terakhir 4. Bikinlah puas.

Perlu perjuangan untuk mendapatkannya. You are what you repeatedly do. Excellence then is not an act, it is a habit (Aristotle). Perlu habit untuk ekselen. Ramadan menfasilitasinya. Kita jaga konsistensinya. Aamiin.

25 Mei 2020

Oleh: Ali Murtadlo

Presented by: Kabar Gembira Indonesia

Related posts

Checklist Great Habit Supertraining Hari ke-23